Banyak orang yang mengeluhkan
masalah penghasilan atau rizki. Entah karena merasa kurang banyak atau karena
kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan
kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini
menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian
orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan
menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah
koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan
pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggalkan ibadah kepada Allah untuk
mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.
Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan
kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan
penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja
yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu. Allah juga memberikan jaminan
bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa
disangka-sangka.
Diantara tips-tips dalam mendatang
rizki tersebut antara lain :
Istighfar dan Taubat
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah
istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi
Nuh Alaihissalam ,
“Maka aku katakan kepada
mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha
Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan
membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan
mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”
(QS. 71:10-12)
Imam Al-Qurthubi mengatakan,
"Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat
Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya
rizki dan hujan."
Ada
seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau
berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang
mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada
Allah". Ada
lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku
anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah".
Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga
menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."
Maka orang-orang pun bertanya,
“Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda
memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab,
"Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah
berfirman di dalam surat
Nuh,(seperti tersebut diatas, red)
Istighfar yang dimaksudkan adalah
istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang
yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia
kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar
yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat
sebagaimana yang diharapkan.
Maka sudah selayaknyalah kita untuk memperbanyak
istighfar dan taubat dengan benar sebagai peneladanan terhadap Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam sebagaimana dalam hadistnya ;
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي
الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
Demi Allah sesungguhnya aku
beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya setiap hari lebih banyak
dari 70 kali. [ HR. Bukhori ].
Taqwa Kepada Allah
Takwa merupakan salah satu sebab
yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah
Subhannahu wa Ta'ala berfirman, artinya,
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada
Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki
dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)
Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup. Dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang
firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam
segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan
memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki
dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah
terlintas sama sekali sebelumnya.”
Allah Ta'ala juga berfirman,
artinya,
“Jikalau sekiranya penduduk
negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka
berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu,
maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)
Dengan ketakwaan, Allah Ta'ala akan
menyejahterakan suatu kaum dan memberikan limpahan kenikmatan di dunia sebelum
kenikmatan abadi di akhirat.
Tawakkal Kepada Allah Ta'ala
Hakikat tawakkal adalah menyandarkan
hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan
(mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat,
menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan
bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan
madharat dan manfaat selain Dia. Hal ini sebagaimana yang di sampaikan oleh
al-Imam Ibnu Rajab al hambali rahimahullah.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda :
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ
لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا
"Seandainya kalian mau
bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan
memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia
dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad,
at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.
Qona'ah dengan pemberian Allah
Ta'ala
Sifat qana'ah dan lapang dada
dengan pembagian Allah Ta'ala adalah kekayaan yang tidak ada bandingnya.
Dahulu orang berkata,
إذا كنْتَ ذا
قَلْبٍ قَنُوعٍ، فَأَنْتَ وَصَاحِبُ الدُّنْيَا سَوَاء
"Bila engkau memiliki hati
yang qana'ah, maka engkau dan pemilik dunia (kaya raya) adalah sama."
القناعة كنْزٌ لا
يفنى
"Qana'ah
adalah harta karun yang tidak akan pernah sirna."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam menggambarkan keadaan orang yang dikaruniai sifat qana'ah
dengan sabdanya,
مَنْ أَصْبَحَ
مِنْكُمْ آمِناً فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَومِهِ ؛ فَكَأَنَّمَا
حِيْزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيرِهَا
(رواه الترمذي وابن ماجة
والطبراني وابن حبان والبيهقي.
"Barangsiapa dari kalian
yang merasa aman di rumahnya, sehat badannya dan ia memiliki makanan untuk hari
itu, maka seakan-akan telah dikumpulkan untuknya dunia beserta isinya."
(HR. at-Tirmidzy, Ibnu Majah, ath-Thabrany, Ibnu Hibban dan al-Baihaqy).
Al-Munawi rahimahullah
berkata, "Maksud hadits ini, barangsiapa yang terkumpul padanya
kesehatan badan, jiwanya merasa aman kemanapun ia pergi, kebutuhan hari
tersebut tercukupi dan keluarganya dalam keadaan selamat, maka sungguh Allah
telah mengumpulkan untuknya seluruh jenis kenikmatan, yang siapapun berhasil
menguasai dunia tidaklah akan mendapatkan kecuali hal tersebut." (Faidhul
Qadir oleh al-Munawi, 9/387).
Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qana'ah
dan keridhaan dengan segala rezeki yang Allah turunkan untuknya, maka
keberkahan akan dianugerahkan kepadanya,
إن اللَّهَ
تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَبْتَلِيَ عَبْدَهُ بِمَا أَعْطَاهُ فَمَنْ رَضِيَ بِمَا قَسَمَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ
بَارَكَ اللهُ لَهُ فِيْهِ وَوَسَّعَهُ وَمَنْ لم يَرْضَ لَمْ
يُبَارِكْ لَهُ وَلَمْ يَزِدْهُ عَلَى مَا كَتَبَ لَهُ
"Sesungguhnya
Allah yang Mahaluas Karunia-nya lagi Mahatinggi, akan menguji setiap hamba-Nya
dengan rezeki yang telah Ia berikan kepadanya. Barang siapa yang ridha dengan
pembagian Allah 'Azza wa Jalla, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan
rezeki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas),
niscaya rezekinya tidak akan diberkahi." (HR. Imam Ahmad dan
dishahihkan oleh al-Albany).
Demikianlah beberapa tips agar rizki
kita dimudahkan Allah Ta'ala. Masih banyak tips lain seperti berinfaq di jalan
Allah, menyantuni anak yatim, berpagi-pagi dalam mencari rizki dan lain-lain.
Semoga kita dimudahkan Allah Ta'ala untuk melakukan berbagai tips di atas
hingga kita mendapatkan harta yang barakah untuk menopang kebahagiaan dunia dan
akhirat kita. [ Amru ].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar