Sabtu, 10 Maret 2012

Mengapa hati harus bersih



Dakwah pada bersihnya hati adalah dakwah yang prinsip dalam aqidah ahlussunnah wal jama’ah. Bahkan keberhasilan individu dan jama’ah sangat ditentukan oleh kebersihan hati. Dan sekali-kali seseorang tidak dapat membersihkan hatinya kecuali atas pertolongan Allah Ta’ala.

وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Sekiranya tidaklah Karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. [ An Nuur : 21 ]
Beningnya hati tidaklah semata-mata karena usaha manusia. Tetapi juga karena rahmat dan keutamaan yang Allah Ta’ala berikan. Sehingga kita diberikan kejernihan hati untuk menerima kebenaran dan mengamalkannya.

Saudara-saudaraku, sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata qolbunya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat. Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapapun sekiranya memiliki qolbu yang tertata, terpelihara, dan terawat dengan sebaik-baiknya. Karena selain senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati pun akan tersemburat pula dari indahnya setiap aktivitas yang dilakukan.

Agar Amal Tetap Bermakna


Hidup hanya sementara, sementara akhirat pasti adanya. Banyak orang yang tertipu dengan gemerlapnya dunia. Siang dan malam beramal hanya untuk dunianya. Tidak terbersit sedikitpun amal untuk akhiratnya. Sehingga ketika nyawa telah melayang dan tubuh terbujur kaku barulah sadar dan menyesali atas apa yang diperbuat di dunianya. Tetapi penyesalan itu tiada guna karena memang tidak ada kesempatan yang ke dua kalinya. Allah Ta’ala berfirman :
وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami Telah melihat dan mendengar, Maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin." [ As Sajdah : 12 ]

Amalan yang Mendatangkan Rizki


Banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki. Entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggalkan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu. Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.

Kamis, 01 Maret 2012

INDAHNYA KEBERKAHAN DALAM HIDUP


Sering kita mengucapkan, mendengar dan bahkan berdo'a serta mengharapkan untuk mendapatkan keberkahan. Keberkahan dalam hidup, keberkahan dalam harta, keluarga, usaha, umur, ilmu serta keberkahan dalam setiap apa yang kita lakukan. 
Karena kenginan yang kuat untuk mendapat keberkahan tersebut, kita sering mengucapkan salam kepada saudara kita sesama muslim dengan ucapan " assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh". Yang artinya keselamatan bagi kalian, dan rahmat Allah serta barakahnya. Do'a ini selalu kita ucapkan saat bertemu dan berpisah. Inilah bukti bahwa keberkahan itu adalah sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia.
Bahkan ketika kita mendapatkan kabar tentang lahir seorang bayi, kita juga mendo'akan untuk kedua orang tuanya agar diberi keberkahan pada bayi tersebut. Dan juga saat kita mendatangi walimah pernikahan kita juga mendo'akan dengan do'a keberkahan "barakallahu laka, wabaaraka 'alaika, wajama'a bainakuma fi khoirin". Ini semua membuktikan bahwa keberkahan adalah sesuatu yang kita mohon dalam berbagai aktifitas yang kita lakukan.
Yang menjadi pertanyaan sekarang, sudahkah kita tahu tentang makna barakah dalam islam ?. Apakah keberkahan hanya diukur dengan kekayaan saja ?. Atau keberkahan hanya diukur dengan kedudukan yang tinggi, anak yang berhasil dan sukses dalam kehidupan dunianya ?.


Kiat mencairkan airmata yang membeku

Add caption
Salman pernah mengeluh sakit, maka Sa'ad datang menjenguknya. Ketika ia melihat Salman menangis, Sa'ad bertanya, "Apa yang membuatmu menangis wahai saudaraku? Tidakkah kamu telah menemani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Bukankah…? Dan bukankah …? Salman menjawab, "Tidaklah aku menangis karena rakus terhadap dunia dan tidak pula karena benci (akan pergi) ke akhirat, akan tetapi dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memberikan amanat kepadaku. Dan menurutku aku telah melanggar amanah tersebut." Sa'd bertanya, "Apakah yang beliau amanatkan kepadamu?". Salman menjawab, "Beliau memberiku amanah, bahwa





لِيَكُنْ زَادُ أَحَدِكُمْ مِنَ الدُّنْيَا كَزَادِ الرَّاكِبِ
Cukuplah bekal salah seorang dari kalian sebagaimana (bekal) orang yang hendak bepergian.

Dan menurutku aku telah melampaui batas. Adapun kamu wahai Sa'ad, takutlah kamu kepada Allah dalam setiap keputusanmu ketika kamu memutuskan suatu hukum, atau dalam pembagianmu saat kamu membagikan, dan dalam keinginanmu ketika kamu berkeinginan." 

Mendeteksi Air mata yang Kering

Add caption
Mata itu akan senantiasa menggambarkan hati. Jika hati seseorang lembut, maka tatapan matanya akan redup dan dan penuh dengan kelembutan. Mata yang seperti ini akan mampu meneteskan tetesan-tetesan bening dari matanya. Sebaliknya, hati yang keras seperti batu tidak akan bisa meneteskan air mata karena kebekuan hati membawa pada kebekuan matanya.

Kerasnya hati ini tidak ada penyebab lain kecuali karena maksiat seseorang pada Allah Ta'ala. Semakin seseorang berbuat dosa, maka semakin jauh dirinya dari Allah Ta'ala. Sedang semakin jauhnya ia dari Allah Ta'ala diharamkan kepadanya berbagai kenikmatan dunia dan akhirat termasuk menangis karena-Nya.

Menangis Karea Allah Ta'ala

Pernahkah kita berpikir atau bertanya pada diri kita sendiri, mengapa hati kita cenderung tertarik dengan dosa-dosa dan   menjauh dari pahala?. Mengapa hati kita merasa gersang dan keras ?. Mengapa kita merasa begitu jauh dari Allah Ta'ala ?. mengapa kita tidak bisa merasakan manisnya iman ?. Mengapa mata kita kering dari tangisan karena rasa takut pada Allah Ta'ala ?. Mengapa ketika banyak nasehat dan peringatan yang sampai pada kita, mata ini tetap membeku bagaikan benda padat dan bebatuan yang membisu ?. Marilah kita cari jawabannya.
Menangis karena Allah Ta'ala adalah kebiasaan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat radhiyallahu 'anhum. Bahkan kebiasaan tersebut dilanjutkan oleh generasi berikutnya hingga orang-orang shalih pada setiap zaman. Akan tetapi menangis karena Allah Ta'ala adalah sebuah ibadah yang tidak semua orang bisa mengerjakannya. Bahkan hari ini banyak orang yang telah melalaikannya kecuali orang-orang yang dirahmati Allah Ta'ala. Dan seandainya ummat ini dapat melakukan ibadah tersebut, maka keadaan kita tidak separah hari ini.

Sabtu, 10 Desember 2011

INDAHNYA HIDUP BERSAHAJA

Kecenderungan manusia berperilaku boros terhadap harta memang sudah ada di dalam dirinya. Hal ini dapat kita perhatikan dalam hidup keseharian kita. Orang yang punya harta, kecenderungan untuk menjadi pecinta harta akan lebih besar. Makin bagus, makin mahal, makin unik, makin senang, maka makin cintalah ia kepada harta yang dimilikinya. Lebih dari itu, maka ingin pulalah ia untuk memamerkannya. Terkadang apa saja ingin dipamer-pamerkan. Ada yang pamer kendaraan, pamer rumah, pamer kendaraan, pamer mebel, pamer pakaian, dan lain-lain. Sifat ini muncul karena salah satunya kita ini ingin tampil lebih wah, lebih bermerek, atau lebih keren dari orang lain. Padahal, makin bermerek barang yang dimiliki justru akan menyiksa diri. 

Ditambah lagi perilaku boros adalah salah satu tipu daya setan terkutuk yang membuat harta yang kita miliki tidak efektif mengangkat derajat kita. Harta yang dimiliki justru efektif menjerumuskan, membelenggu, dan menjebak kita dalam kubangan tipu daya harta karena kita salah dalam menyikapinya.

TIPS MENGGAPAI HIDUP YANG BARAKAH

Memang keberkahan itu adalah anugerah dari Allah Ta'ala yang Ia berikan pada para hamba-Nya yang dikehendaki. Barang siapa yang dikehendaki Allah untuk diberikan keberkahan dalam setiap apa yang ia lakukan, tidak ada yang bisa menghalanginya. Dan barang siapa yang dijauhkan Allah dari keberkahan, tidak ada yang bisa memberikan keberkahan kecuali Ia. Kita hanya bisa mengusahakan dengan amalan-amalan yang mendatangkan keberkahan. 

Walau demikian, kita tidak diperbolehkan untuk meninggalkan amalan-amalan yang menghantarkan pada keberkahan. Karena mengharapkan sesuatu tanpa usaha adalah bohong, sementara usaha yang sungguh-sungguh tanpa do'a agar diberikan keberkahan adalah sombong.

Dalam mengusahakan keberkahan, kita tidak diperbolehkan untuk mencarinya dengan amalan-amalan yang tidak dituntunkan oleh Islam. Seperti mencari berkah lewat kuburan-kuburan, mendatangi tempat-tempat keramat dan juga mengadakan acara ritual-ritual kesyirikan. Ada juga yang mencarinya dengan memohon pada ruh-ruh para wali yang telah meninggal. Semua itu mereka lakukan agar dilariskan perniagaannya, dimudahkan jodohnya, dipandaikan sekolahnya, diselesaikan segala urusannya dan yang lainnya. Jelas ini tidak akan mendatangkan keberkahan dari Allah Ta'ala, dan bahkan malah mengundang murka-Nya.

JAUHI GAYA HIDUP BOROS



Ciri masyarakat modern adalah mudahnya setiap orang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka. Munculnya HP sehingga memudahkan seseorang untuk berhubungan dengan keluarga dan teman yang berjauhan. Bertebarannya berbagai kendaraan sehingga memudahkan para penggunanya untuk bepergian. Serta munculnya berbagai pusat-pusat perbelanjaan yang buka hampir 24 jam lengkap dengan barang-barang kebutuhan kita.

Dibalik kemudahan-kemudahan yang ada ternyata memiliki dampak negatif yang juga tidak sedikit. Mulai dari gaya hidup yang sangat konsumtif, materialistis dan bahkan gaya hidup boros. Uang belanja yang sebenarnya tidak sedikit habis dan bahkan kurang untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak sedikit diantara kita yang kadang sampai berhutang karena uang belanja yang selalu kurang pada setiap bulannya. 

DERITA BAGI ORANG-ORANG YANG SOMBONG


Sombong adalah penyakit yang sangat berbahaya bagi seseorang. Sedikit diantara manusia yang selamat darinya. Lebih parah lagi bahwa, orang-orang yang memiliki sifat sombong ini tidak sadar dengan penyakit mereka. Banyak orang yang mengira bahwa sombong hanya akan terjadi pada orang yang pakaiannya indah, kendaraannya mewah, rumah yang megah serta makanannya yang serba mahal. Atau ada yang beranggapan bahwa sombong itu hanya terjadi pada orang-orang kaya saja, sedangkan orang yang miskin tidak akan terjangkiti sifat sombong ini. Padahal bisa jadi orang yang sangat miskin, hidup dengan penuh kerendahan dan kemelaratan, akan tetapi ia menjadi pentolan orang-orang yang sombong. 

Sombong inilah yang telah mengeluarkan iblis dari jannah. Karena enggannya iblis untuk sujud kepada nabi adam dan merasa lebih baik karena diciptakan dari api sedangkan nabi adam diciptakan dari tanah. Padahal Allah Ta'ala tidak pernah mengatakan bahwa api itu lebih baik daripada tanah.  Oleh karena itulah iblis terkutuk hingga hari kiamat sedangkan ia termasuk hamba Allah yang kafir. Dari sinilah penting bagi kita untuk mendalami permasalahan ini, agar kita tidak termasuk diantara orang-orang yang sombong. 

AKIBAT KEBAKHILAN




Kebakhilan memang sebuah penyakit yang sangat berbaya. Ia bisa menyeret pelakukanya pada perbuatan-perbuatan dosa. Dan jika suatu masyarakat sudah terjangkiti sifat bakhil ini, maka akan terjadi perpecahan-perpacahan dan kemalasan kolektif untuk berbuat kebaikan.

Pada tulisan kali ini kita akan membahas akibat kebakhilan dan obatnya. Tujuannya, agar kita membenci kebakhilan dan dapat menjauhinya. Diantara akibat yang akan dialami oleh orang yang bakhil adalah :

Pertama : Menyeret pelakunya terjerumus kedalam berbagai perbuatan dosa. Seseorang yang terkena penyakit bakhil akan menjauh dari berbagai perbuatan baik. Entah perbuatan baik yang kaitannya dengan Allah Ta'ala atau sesama manusia. Sebaliknya ia akan selalu mendekati perbuatan jelek dan menyibukkan diri dengannya. Imam As Syafi'I berkata :

أَنَّ نّفْسَكَ الَتِي بَيْنَ جَنْبَيْكَ، إِنْ لَمْ تُشْغِلُهَا بِالْحَقِّ شَغَلَتْكَ بَالْبَاطِلِ
Sesungguhnya jiwamu yang berasa pada sisimu, jika tidak menyibukkan dirimu dalam kebenaran, kamu akan disibukkan dengan kebatilan. [ dinukil oleh Ibnul qoyyim, Madarijus salikin 3/129 ].

Nabi sallallahu alaihi wasallam juga telah mewanti-wanti pada kita bahwa kebakhilan akan membawa kita pada berbagai perbuatan dosa dan hina. Beliau bersabda :

إِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالشُّحِّ أَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخَلُوا وَأَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا

Hendaklah kalian jauhi sifat bakhil, maka sesungguhnya telah celaka orang-orang sebelum kalian dengan kebakhilan : memerintahkan kepada mereka dengan kebakhilan kemudian mereka bakhil, dan memerintahkan kepada merela untuk memutus silaturrahmi kemudian mereka putus, dan memerintahkan kepada mereka dengan perbuatan dosa kemudian ia melakukannya. [ HR. Abu Daud ]

Karena pahamnya Abdurrahman bin 'Auf radhiyallahu 'anhu tentang akibat kebakhilan ini, ada sebuah riwayat dari Abi Hayyaj al asadi beliau berkata : suatu hari aku berthowaf di baitullah. Kemudian aku melihat seseorang berdo'a : Allahumma qinii syukha nafsi [ ya Allah jagalah diriku dari kebakhilan ] tidak menambah dari itu. Akau katakan kepadanya, kenapa ?. kemudian ia berkata : sesungguhnya jika diriku terjaga dari kekikiran : tidak akan mencuri, berzina, dan perbuatan dosa lainnya. Dan ternyata seseorang tersebut adalah Andurrahman bin 'Auf. [ Dikeluarkan oleh Ibnu jarir dalam Jaami'ul bayan : 228/12/28 ].

Kedua : kakacauan dan kegoncangan jiwa. Terjadinya kegalauan dan kegoncangan disebabkan karena ia telah terjerumus pada perbuatan dosa yang besar maupun yang kecil. Dengan dosa itulah kegoncangan-kegoncangan jiwanya mulai dirasakan. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta" [ QS. Toha : 124 ].

Ibnu katsir berkata : "barang siapa berpaling dari peringatanku" maksudnya adalah, menyelisihi-Ku dan apa-apa yang aku turunkan pada rasul-Ku, ia berpaling darinya dan pura-pura lupa dan mengambil selain petunjuknya "maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit". Yaitu di dunia, maka tidak ada ketenangan batin baginya, dan juga tidak ada kelapangan pada dadanya bahkan hatinya sempit sesak karena kesesatannya, walaupun nampaknya ia bernikmat-nikmat dengan pakaian yang ia kehendaki, makanan yang ia inginkan terpenuhi, juga rumah yang indah. Maka sesungguhnya hatinya yang belum mendapatkan petunjuk dan keyakinan akan selalu dalam kegoncangan dan keraguan yang senantiasa menghantuinya. Inilah diantara kehidupan yang sempit. [ Tafsir Ibnu Katsir pada ayat tersebut ].

Ketiga : Adzab yang pedih di akhirat . Kebahilan tidak hanya mengimbas pada kehidupan seseorang di dunia dengan kegoncangan dan ketidak tenangan. Akan tetapi musibah tersebut terus menyiksa pelakunya hingga kenegeri akhirat dengan adzab yang pedih di neraka. Allah Ta'ala berfirman :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. [ QS. Ali Imaran : 180 ].

Orang-orang yang telah diberi harta dan limpahan karunia oleh Allah Ta'ala kemudian mereka bakhil, tidak mau mengeluarkan kewajiban mengenai harta tersebut, seperti zakat dan lain-lain, adalah sangat tercela. Janganlah sekali-kali kebakhilan itu dianggap baik dan menguntungkan bagi mereka. Harta benda kekayaan akan tetap utuh dan tidak kurang bila dinafkahkan di jalan Allah bahkan akan bertambah dan diberkati. Tetapi kebakhilan itu adalah suatu hal yang buruk dan merugikan mereka sendiri, karena harta yang tidak dinafkahkan itu akan dikalungkan di leher mereka kelak di hari kiamat sebagai azab dan siksaan yang amat berat, sebab harta benda yang dikalungkan itu akan berubah menjadi ular yang melilit mereka dengan kuat. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعٌ أَقْرَعُ لَهُ زَبِيبَتَانِ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ يَأْخُذُ بِلِهْزِمَتِهِ يَعْنِى شِدْقَيْهِ يَقُولُ أَنَا مَالُكَ أَنَا كَنْزُكَ

"Barang siapa yang telah diberi Allah harta, kemudian tidak mengeluarkan zakatnya, akan diperlihatkan hartanya berupa ular sawah yang botak, mempunyai dua bintik hitam di atas kedua matanya, lalu dikalungkan kepadanya di hari kiamat nanti. Ular itu membuka rahangnya dan berkata: "Saya ini adalah hartamu saya ini adalah simpananmu". Kemudian Nabi membaca ayat ini. (HR Imam Bukhari dan Nasa'i dari Abu Hurairah)


Keempat : Dijauhkan dari keimanan pada Allah Ta'ala. Kekikiran dan keimanan tidak akan berkumpul dalam jiwa seseorang. Kekiran akan mengikis keimanan seseorang sedkit demi sedikit. Sebaliknya, orang yang gemar berinfaq Allah akan kuatkan keimanannya karena yakin bahwa pahala akan menantinya di akhirat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam :

لاَ يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَ اْلإِيْمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا
 “Sifat kikir dan iman tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya.” [Al-Musnad, karya Ahmad 14/202, no. 8512, dan Shahih Ibni Hiban 8/43, no. 3251. Seorang muhaqqiq mengatakan, “Hadits shahih lighairihi.”].
Iman seseorang yang lemah tidak akan terpanggil untuk menyambut seruan dari setiap penyeru untuk berinfaq dan shadaqah. Bahkah jika dia melihat saudaranya sedang tertimpa musibahpun tidak akan mereka keluarkan hartanya untuk meringankan beban sauranya tersebut. Ia tidak paham bahwa harta yang ia belanjakan untuk kebaikan itulah yang sebenarnya menjadi harta dia yang akan mengikuti sampai akhirat. Dan tidaklah seseorang bakhil, kecuali bakhilnya ia pada dirinya sendiri.
Itulah beberapa musibah yang akan menimpa orang-orang bakhil di dunia dan di akhirat. Dengan mengetahui bahaya bakhil tersebut, kita berusaha untuk menjauhi kebakhilan tersebut. Menjuahi teman-teman yang bakhil dan juga lingkungan yang bakhil karena teman dekat akan sangat mempengaruhi jiwa kita untuk menjadi bakhil.

Tidak cukup hanya mengetahui bahaya bakhil, tetapi juga berusaha untuk mengobati penyakit ini agar tidak menjangkiti diri kita, keluarga dan juga masyarakat kita.

Dengan melihat berbagai kehancuran yang akan dialami oleh orang yang bakhil di dunia dan akhirat, yakin terhadap janji Allah terhadap pahala yang akan didapatkan, serta mebaca kisah orang-orang yang telah menginfakkan sebagian besar harta mereka untuk perjuangan islam, insyaAllah diri kita terhindar dari sifat bakhil.

Disamping berusaha, kita juga harus berdo'a agar dijauhkan dari kebakhilan. Diantara do'a yang diajarkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari penakut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur. [ HR. Bukhari dalam Fathul Baari: 6/35 ].
Kita harus tahu bahwa para malaikat mendo'akan agar rizki seorang diganti Allah dengan melimpah pada saat pagi dan sore hari. Sebaliknya, para malaikat akan mendo'akan orang-orang bakhil dengan kehancuran pada setiap pagi dan sore hari. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda :
ماَ مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ اْلعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا اَللّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ اَللّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

"Tiada suatu hari pada hamba-hamba Allah kecuali dua malaikat turun , seraya berdoa : Wahai Allah berilah para penderma keberhasilan , dan malaikat yang kedua berkata : Wahai Allah , berilah orang yang menahan hartanya ( kikir ) kehancuran " . ( HR. Al Bukhari )
Semoga Allah Ta'ala memudahkan kita dalam melakukan kebaikan, melapangkan dada kita untuk berinfaq dan menjauhkan kita dari kebakhilan. Tidaklah seseorang dimudahkan dalam berinfaq kecuali atas kehendak-Nya, dan tidak ada yang disempitkan karena kebakhilan kecuali atas kehendak-Nya. [ Amru ].